Make Your Stomach Growl-and Your Heart Warm-With These Food Drama

I love short story.

If you like short, simple, sweet, yet give you something after the story ended, you will like this drama. Midnight Diner which based on manga series Shinya Shokudo by Yaro Abe is about late night diner which open from midnight to 7 am with only 4 items in menu. But Master, a nickname for the owner, could make anything as long as it’s possible.

welcome

Irasshaimase!

Setiap episode memiliki tema makanan berbeda dengan cerita yang juga berbeda. Di sini Master juga berperan sebagai pendengar masalah-masalah yang dihadapi pelanggannya, baik secara langsung maupun tidak. Hanya saja karena belum menonton semua episode, saya nggak tahu bagaimana latar belakang Master–atau apakah memang diceritakan atau nggak.

master_2

The mysterious Master with a scar in his face!

Awalnya saya menonton di televisi. Itu pun nggak dari episode pertama, melainkan dari episode 7 yang berjudul “Egg Sandwich”. Episode tersebut bercerita tentang kisah cinta seorang artis dengan mahasiswa. Si artis ini awalnya blogger pemula yang juga model. Ia belum lama menjadi model ketika baru datang ke restoran tengah malam tersebut.

food

Master’s food–and yes, that’s the ‘egg sandwich’ I’m talking about/via lina-inverse

Di hari pertama kunjungannya ke restoran, ia bertemu dengan langganan restoran yang selalu datang sekitar pukul lima pagi. Pesanannya adalah sandwich telur mayonnaise dengan roti yang ia bawa sendiri. Ingat, kan, kalau si pemilik bisa membuatkan apa saja selama ia masih bisa? Ketika mereka sedang makan, si perempuan ini terus memperhatikan sandwich si pria sehingga akhirnya pria tersebut membagi sandwich miliknya. Cerita keduanya pun berlanjut dari situ.

Di setiap episode, makanan menjadi judul yang mewakili setiap cerita. Musim pertama terdiri dari sepuluh episode dengan durasi sekitar 20 menit setiap episode. Memang singkat, jalan ceritanya tidak buru-buru. Simpel dan ngena. Kalau tidak salah drama ini dibuat hingga tiga musim dan dua film.

It was called a heart-warming story. Indeed. It really makes your heart warm—and craving for eat! So don’t watch it in midnight!

Untuk yang suka masak pasti akan semakin tertarik karena di akhir cerita biasanya diberikan petunjuk cara membuat makanan yang menjadi tema di episode tersebut, sesimpel apapun makanannya, seperti sandwich telur mayonnaise.

Drama ini juga dibuat versi Korea. Kalau saya, menurut pengalaman, biasanya cerita Jepang yang kemudian dibuat versi Korea nggak terlalu dapat feel-nya. Apalagi kalau cerita versi Jepang-nya sudah bagus banget, susah untuk menonton versi lainnya.

Another drama that catches my attention is A Girl’s Breakfast or Itsuka Tiffany de Chousoku wo which also based on manga series. Bercerita tentang empat sahabat dengan masalahnya masing-masing yang selalu bertemu untuk sarapan bersama. Awalnya, karena kesibukan masing-masing, mereka jarang bertemu.

tiffany

Their reaction though…

Sejak Mariko putus dengan pacarnya, dan ia memutuskan untuk mencari “jati diri”, ia menghubungi sahabat-sahabatnya untuk sarapan bersama. Sejak saat itu mereka sering bertemu dan menghabiskan waktu bersama walaupun bukan saat sarapan saja. Durasinya juga nggak terlalu panjang, hanya sekitar 20 menit setiap episode. Di akhir cerita selalu ditampilkan info kafe atau restoran yang mereka datangi untuk sarapan.

tiffany1

A Girl’s Breakfast episode 1| Itadakimasu!

Sayangnya, karena nggak menemukan yang sudah diterjemahkan, terpaksa menonton sampai delapan episode aja (lumayan yah). Lalu akhirnya menyerah walaupun (sok) berusaha mengerti sedikit-sedikit. Bertahan menonton delapan episode karena pengambilan gambar saat mereka makan sangat mengundang selera haha (dan cukup mengerti jalan ceritanya). Mungkin harus membaca manga-nya dulu kalau sampai nanti nggak akan diterjemahkan (derita menonton drama Jepang karena kalah populer dengan drama Korea—dan nggak bisa bahasa Jepang).

I always think that Japan is really good with slice-of-life’s kind of story. They could bring a simple story to be deep and actually close with us since it’s a real life story. Bahkan seperti memberikan “petuah” di cerita-cerita tersebut. Namun sayangnya, cukup ironis dengan keadaan yang sebenarnya. Terkadang di dalam drama mereka menceritakan “bunuh diri bukan jalan keluar terbaik”, tapi kenyataannya masih banyak yang melakukannya. Atau mungkin mereka sebenarnya membuat cerita-cerita tersebut untuk memberi harapan kepada diri mereka sendiri?

Anyway, I watched Shinya Shokudo here. And it’s also available in Netflix, but not from Season 1. You can watch the trailer here.

Itadakimasu!

“Eat whatever you want, and if anyone tries to lecture you about your weight, eat them too.” -anonymous

Advertisements

One thought on “Make Your Stomach Growl-and Your Heart Warm-With These Food Drama

  1. nyuenyu says:

    Udah mengharu biru, langsung ngakak pas baca ending quote-nya 😂

    Eniwei, kebetulan akyu malah nonton ‘Midnight Diner’ yang versi Korea lebih dulu (krn yang main jadi mahasiswa si Nam Taehyun -my lovely [eks] maknae from WINNER 😚). Abis itu baru nonton versi Jepang lewat youtube (kayaknya ada yg udah bikin playlist-nya deh). Soal makanan sama-sama bikin ngiler (karena menunya hampir sama semua) tapi emang dalam beberapa adegan, kebersamaan para pemeran lebih berasa di versi J-dramanya sih.

    Ahh.. jadi pengen nonton lagi. Trus jadi mau goreng sosis yang dibentuk gurita. 😢

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s