Introvert & Ekstrovert: How To Deal With Them?

When we have a friend, family, partner, or spouse, who have different personality with us, what should we do? Terlebih lagi ketika misalnya kita introvert dan mereka ekstrovert. Menerima kepribadian yang berbeda dengan diri kita pasti nggak mudah. Apalagi introvert dan ekstrovert adalah kepribadian yang jauh berlawanan. Kalau nggak bisa menghadapi dan menerima kepribadian masing-masing, nggak mungkin dua orang yang berlawanan seperti itu berteman.

Sebagai seorang introvert, gue punya beberapa teman bahkan sahabat yang ekstrovert. Gue akan mencontohkan dengan salah satu sahabat gue yang gue kenal sejak kuliah. She’s totally different with me, but we have one similarity, which is reading novel.

Gue pernah membahas bahwa nggak semua yang suka menulis itu introvert. Ekstrovert pun ada yang suka menulis, salah satunya sahabat gue itu. Dia memang nggak pernah menulis rutin. Blognya pun sudah lama terbengkalai. Dia suka menulis, tapi menulis bukanlah pelarian buat dirinya. Sama seperti kebanyakan ekstrovert, dia akan lebih memilih mengisi energi dengan bertemu banyak orang. Tapi kami sama-sama suka baca. Menghabiskan waktu dengan membaca novel sama-sama mengisi energi buat kami.

Then how do we handle each other? Sebenarnya gue kadang masih heran kok bisa ya berteman dekat sama dia. Dia anak gaul, temannya di mana-mana, suka pergi ke mana-mana, dan ketika berkumpul bersama teman-teman kuliah lain pun dia terkenal dengan “tiba-tiba suka curcol” walaupun nggak diminta.

Berbeda dengan introvert yang lebih banyak berbicara di dalam kepala mereka, ekstrovert lebih suka berbicara langsung jika ingin mengungkapkan perasaan atau isi hati mereka. Ekstrovert juga cenderung lebih percaya diri ketika berbicara di depan umum. Namun bukan berarti mereka nggak memiliki rasa nggak percaya diri. Ketika rasa gugup atau nggak nyaman mereka rasakan, dia akan mengatasinya dengan semakin banyak bicara. Ini bisa terjadi dalam diri ekstrovert.

Ketika mengisi energi, ekstrovert akan menghampiri keramaian, meluapkan isi hati (curcol), atau melakukan kegiatan yang ia suka (hobi). Sama seperti introvert yang merasa “tersiksa” ketika dipaksa agar sering berbicara, ekstrovert juga akan “tersiksa” ketika dia harus diam saja.

tumblr_oft24wv5ld1vtfktmo1_1280

via Tumblr

Jika ingin membuat introvert lebih sering berbicara, ajaklah dia membicarakan hal-hal yang ia sukai. Itu pun bukan dengan paksaan. Kalau dia sudah percaya dengan lawan bicaranya, dia bisa berbicara panjang lebar. Sementara kalau ingin membuat ekstrovert nggak banyak bicara, jangan beri tahu mereka dengan sikap yang keras. That’s their personality. What do you expect? Changing their personality in instant is not the solution.

Sahabat gue yang bernama Mrs. D ini kalau mengajak gue bertemu biasanya dia akan mengajak di hari itu juga alias spontan. Tiba-tiba dia kirim pesan untuk ketemu di sini jam segini. Kalau gue benar-benar malas, gue nggak akan langsung setuju. Kalau gue sedang mood untuk bertemu, gue akan mengajukan hari lain.

Dan dia sudah sangat tahu “konsekuensi” mengajak gue bertemu. Dia tahu kalau gue sedang malas, tapi dia nggak pernah “ngambek” kalau gue menolak ajakannya bertemu. Dan dia orangnya blak-blakan. Bisa mengeluarkan rayuan-rayuan supaya gue mau keluar rumah tapi nggak pernah mengeluarkan pertanyaan seperti “kenapa sih diajak keluar sebentar aja nggak mau”. Believe it or not, for introvert, a question like that is a little bit disrespectful. Mungkin itu kenapa gue bisa cocok sama dia. We understand our personality well.

Memang nggak mudah menerima kepribadian yang bertolak belakang dengan diri kita. Kebiasaan-kebiasaan kecil yang berbeda dengan kakak atau adik kita pun suka kesal, bagaimana dengan kepribadian. Tapi ketika kita MAU untuk memahami lebih jauh masing-masing kepribadian tersebut, kita pasti bisa menerimanya tanpa harus memaksa orang lain mengubah kepribadiannya.

Changing your personality was like changing who you are. Learn each personality and accept them is the great compromise.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s