Seorang Introvert Bukan Berarti Pemalu: 10 Mitos tentang Introvert

Apa yang ada di benak kamu ketika mendengar kata “introvert”? Diam, nggak gaul, nggak banyak omong, pemalu, lebih suka menyendiri? Pasti banyak yang berpikir seperti itu. Memang nggak sepenuhnya salah, tapi anggapan yang terlalu umum terhadap orang yang introvert menimbulkan banyak pemahaman yang juga salah. Di sini Carl King mengemukakan 10 mitos tentang introvert. Sebagai seorang yang berkepribadian introvert, apa mitos itu pernah gue alami?

  1. Introvert nggak suka ngomong.

8d0e0071f34e71ab07603907f7672a34

Nggak banyak bicara bukan berarti nggak suka ngomong. Introvert memang cenderung sedikit berbicara, kecuali mereka memang ingin menceritakan sesuatu. Saya terkadang nggak suka basa-basi, dan kalau sedang ngumpul dengan banyak orang, saya memang lebih sering menjadi pendengar. Tapi bukan berarti introvert nggak suka ngomong. Bahaslah sesuatu yang sangat disukai introvert, dia bisa ngomong panjang lebar, bahkan cenderung bisa dibilang ceriwis. Tapi ini memang lebih sering terjadi ketika kami bicara dengan satu atau dua orang, dan mereka biasanya teman dekat atau sahabat.

  1. Introvert itu pemalu.

Anggapan ini sangat salah. Carl King mengungkapkan introvert dan pemalu nggak berhubungan sama sekali. Introvert juga bukannya takut berinteraksi dengan orang lain. Kami nggak memaksa untuk berinteraksi jika nggak ada alasan penting. Tapi kalau kamu mau mengajak introvert berbicara, lakukan! Kami akan dengan senang hati menyambut. Mungkin karena kebanyakan introvert nggak suka memulai percakapan lebih dulu, karena itu mereka dianggap pemalu. Tapi kalau sudah diajak berbicara, mereka mau kok ngobrol, apalagi kalau membahas hal yang mereka suka.

  1. Introvert kasar?

Karena introvert nggak ambil pusing harus menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial, mereka bisa dianggap kasar. Mungkin kasar di sini maksudnya melakukan apa yang dianggap introvert sebagai hal yang jujur dan sesuai dengan diri mereka sendiri, sementara lingkungan sosial menganggap mereka melakukan hal yang nggak biasa. Atau karena cenderung nggak terlalu suka bersosialiasi, introvert dianggap antisosial (yang sebenarnya juga berbeda dengan kepribadian introvert) dan nggak peduli lingkungan sekitar.

Jika diibaratkan dengan gelembung, introvert berada di gelembung besar dengan lingkungan sosial yang ada di luar gelembung. Ia merasa nyaman berada di dalam gelembung, melakukan apapun yang ia suka dan merasa nggak perlu repot-repot menjadi diri yang harus sesuai/diinginkan lingkungan di luar gelembung.

  1. Introvert nggak suka berhubungan dengan orang lain.

Lebih tepatnya nggak biasa berhubungan dengan banyak orang. Tapi introvert sangat menghargai teman-teman dekat yang ia punya. Kalau kamu punya teman dekat atau sahabat yang seorang introvert, kamu pasti tahu bagaimana mereka memperlakukan kamu. Kamu seperti orang yang sangat berharga bagi mereka.

  1. Introvert nggak suka pergi keluar.
tumblr_ofsyt488kq1vtfktmo1_500

via Tumblr

Serius? Tentu aja introvert pergi keluar, tapi nggak dalam waktu yang lama. Mereka akan menghabiskan waktu di luar semaksimal mungkin. Carl King mencontohkannya ketika introvert bekerja di luar. Mereka akan mengumpulkan data atau informasi dengan cepat untuk kemudian memprosesnya di rumah. Misalnya, sebagai penulis lepas, kadang gue ke toko buku untuk mencari inspirasi atau ide baru. Setelah mendapatkannya, kalau nggak ada tujuan lain, gue langsung pulang. Gue sudah pernah bahas di sini bahwa mengumpulkan energi juga sangat penting bagi introvert.

  1. Introvert selalu ingin sendiri.

Ya, introvert memang nyaman dengan isi pikiran mereka. Mereka banyak berpikir, suka memecahkan masalah, dan memiliki banyak imajinasi. Tapi jangan salah. Introvert juga bisa merasa kesepian jika mereka nggak punya teman yang bisa diajak berbagi tentang isi pikiran mereka. Karena itu, ketika seorang introvert bertemu dengan siapa pun yang sangat dekat dengan mereka, mereka bisa sangat cerewet membicarakan hal yang mereka suka.

  1. Introvert itu aneh.

Introvert memang cenderung terlihat individualistis. Mereka bukan pengikut tren karena lebih suka menjalani apa yang mereka suka. Mereka lebih ingin dihargai untuk menjalani hidup sesuai dengan cara mereka sendiri. Mungkin inilah yang membuat mereka berbeda dengan “aturan sosial yang seharusnya”.

  1. Introvert = kutu buku yang suka menyendiri.
tumblr_ofsyoqo8h11vtfktmo1_500

via Tumblr

Introvert lebih suka menyelam di dalam pikiran mereka sendiri. Tapi itu bukan berarti mereka nggak suka memerhatikan apa yang ada di sekitar mereka. Mereka hanya merasa “inner world” mereka lebih bermanfaat. Ini juga berhubungan dengan kecenderungan otak mereka yang lebih suka berpikir, menilai, dan merasakan.

  1. Introvert nggak tahu bagaimana caranya bersantai dan bersenang-senang.

Introvert lebih suka menghabiskan waktu di tempat dengan suasana tenang atau bernuansa alam. Mereka nggak terlalu suka melakukan kegiatan yang memicu adrenalin. Mereka akan lebih banyak diam jika berada dalam situasi yang ramai. King menyatakan ini sebenarnya juga pengaruh otak mereka yang lebih sensitif akibat neurotransmitter yang disebut Dopamin.

  1. Introvert bisa “memperbaiki diri” mereka dan menjadi ekstrovert.

Banyak teknik untuk berinteraksi yang bisa dipelajari ekstrovert dari introvert. Carl King menyatakan ini untuk mengemukakan bahwa masyarakat masih terlalu berat sebelah (cenderung memilih ekstrovert). Padahal jika tidak ada introvert, di dunia hanya akan ada segelintir ilmuwan, musisi, seniman, penyair, pembuat film, dokter, ahli matematika, penulis, dan filsuf.

Kepribadian nggak bisa diubah semudah itu, walaupun introvert bisa menyesuaikan diri untuk menjadi ekstrovert. Carl King menyatakan introvert pantas dihargai karena watak alami dan kontribusi mereka terhadap umat manusia. Bahkan pada kenyataannya, salah satu studi (Silverman, 1986) menunjukkan persentase introvert meningkat berdasarkan IQ.

tumblr_ofsypslarf1vtfktmo1_500

via Tumblr

Dari 10 mitos di atas, ada beberapa yang pernah ditujukan ke gue oleh orang yang belum terlalu mengenal gue atau baru mengenal gue pertama kali. Tapi buat orang-orang yang sudah sangat mengenal gue, mereka tahu bagaimana sebenarnya kepribadian gue.

“I love people. But sometimes I have to love them from underneath my blankie while I recharge with a good book or a TV show I love or while I write all of my weird thoughts out in a notebook. It’s cool.” -Nanea Hoffman

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s