Rencana Gagal, Buat “Rencana” Dadakan

Have you ever done this before?

Kesal karena merencanakan sesuatu tapi akhirnya gagal? Sudah pasti. Sudah bikin janji jauh-jauh hari tapi waktu hari H justru batal. Sampai akhirnya tiba di kesimpulan: lebih baik spontan aja deh, karena kalau bikin janjinya dadakan biasanya berhasil. Hmm… nggak juga sih, tapi memang yang dadakan juga bukannya nggak pernah berhasil.

  • Bertemu teman

Bukan berarti gue selalu dadakan membuat janji, tapi hal dadakan yang lumayan gue suka lakukan adalah ketika mau bertemu teman. Tapi ini pun tergantung teman yang gue temui. Kalau orangnya sangat menuruti jadwal, gue tenang aja kalau jadwal ketemu sudah fix.

Gue sebenarnya orang yang sangat menuruti jadwal, kecuali ada hal yang sangat mendesak di hari H yang membuat gue terpaksa membatalkan janji. Karena gue berpikir kalau sudah membuat janji dengan orang lain di hari itu kenapa gue harus buat janji dengan orang lain lagi?

Siapa cepat dia dapat, mungkin analogi random-nya begitu ya. Siapa yang janji lebih dulu ya dia orang pertama yang gue temui. Tapi nggak selalu begitu juga. Ketika ada acara yang lebih menarik di hari yang sama dengan acara pertama yang sudah ada di “jadwal” kita, pernah kan jadi pikir-pikir ulang untuk ikut acara yang mana? Ini penyebab utama batalnya rencana, selain karena nature thing kayak sakit atau ada musibah.

  • Hang out sendiri

Buat janji ketemu aja susah, kapan bisa ketemu? Padahal lagi mau jalan banget, bosan di rumah, tapi malas hubungi siapa-siapa karena rempong janjiannya pasti lama. Belum menentukan tempat, waktu ketemu, tunggu-tungguan… jalan keluarnya? Pergi sendiri.

Belum pernah menonton di bioskop sendiri? Atau ke mal beli baju atau kebutuhan lain sendiri? Atau sekadar nongkrong di kafe sendiri? Untuk yang terakhir gue juga belum pernah, karena kalau nggak ada keperluan penting, buat apa nongkrong di kafe sendiri. Tapi menulis (baca: mengetik) di kafe atau coffee shop sendiri gue sudah melakukannya lebih dari sekali.

Keuntungan dari hang out sendiri? Walaupun gue introvert, bukan berarti gue selalu mau pergi ke mana-mana sendiri atau bahkan nggak mau pergi ke mana pun. Tapi ketika gue ingin pergi dan nggak mau repot-repot menghubungi teman untuk minta ditemani, gue akan pergi sendiri. Apalagi kalau perginya dadakan. Jalan jam berapa, mau pergi ke mana aja, dan pulang kapan, semua terserah gue. Gue juga nggak perlu menunggu siapa-siapa.

c8e7237-fc

Mau nunggu sampai turun salju di Depok?/via TrekEarth

Kalau menonton di bioskop sendiri? Gue yakin banyak orang yang pernah melakukannya. Beberapa orang yang gue kenal pun sudah pernah melakukannya. Ketika kita nggak mau mendengar ocehan-ocehan dari teman yang ikut nonton atau karena sudah sangat menanti film itu dan mau fokus ke filmnya, menonton sendiri adalah pilihan yang tepat. Untuk yang satu ini memang nggak gue lakukan dadakan, tapi kalau pun tiba-tiba ingin menonton sendiri, nggak ada ruginya juga kok.

  • Naik KRL

Apa hubungannya pergi dadakan dengan naik KRL? Suatu hari ketika sangat bosan, gue berpikir untuk naik KRL dari Stasiun Depok Baru ke Stasiun Bogor atau Jakarta Kota. Cuma naik aja terus balik lagi. Sambil baca buku atau nulis atau dengar musik sambil perhatiin orang-orang lalu lalang naik-turun kereta. Is it weird?

47145682 - ol in commuting that has a strap

via 8list

Gue belum pernah melakukannya, tapi sangat ingin melakukannya. Kurang kerjaan banget ya? Nggak tahu kenapa gue sangat ingin melakukannya. Beberapa bulan lalu gue pernah naik kereta dari Stasiun Depok Baru ke Stasiun Jakarta Kota hanya untuk cetak tiket kereta. Perjalanan gue saat itu benar-benar hanya untuk cetak tiket, jadi setelah tiket di tangan, gue pulang.

Kereta api dulu menjadi transportasi yang harus gue naiki pergi-pulang kantor-rumah. Sesesak apapun, setiap pagi dan sore gue harus naik kereta api karena itu adalah transportasi yang paling mudah dan cepat. Mungkin karena itu gue telanjur nyaman dengan kereta api. Apalagi ketika kereta api membuat kaki bisa berdiri (kalau nggak dapat tempat duduk) sempurna alias nggak terlalu penuh, imajinasi bisa mengalir. Kalau sedang malas mengutak-atik handphone atau baca buku, gue cuma melihat ke luar jendela sambil mendengarkan musik. Melankolis banget ya? Anyway, kadang gue bisa mendapat inspirasi menulis karena itu.

Mungkin karena perjalanan menaiki kereta api berbeda dengan TransJakarta yang masih harus berhadapan dengan kendaraan lain juga (walaupun sama-sama bebas hambatan) dan terkadang pemandangan yang dilihat berbeda (bukan jalan raya lagi)? I don’t know. I just love it.

Atau mungkin gue bisa turun di salah satu stasiun lalu mencari tempat menarik di sekitar stasiun, entah tempat makan atau objek foto (karena gue juga suka fotografi)? Good idea.

Advertisements

2 thoughts on “Rencana Gagal, Buat “Rencana” Dadakan

  1. nyuenyu says:

    Gue termasuk orang yang suka BANGET nonton bioskop sendiri. Dulu ngelakuin itu pertama kali karena harus liputan film (movie screening) dan emang sih rasanya aneh. Ngeliat orang lain ngobrol satu sama lain bikin gue rada-rada anxious dan sempet kepikiran ‘duh, pulang aja apa ya?’

    Tapi lama-kelamaan gue justru biasa aja. Kalo ada film bagus, gue bisa ‘wih.. nonton ah!’ dan langsung cus ke bioskop saat itu juga. Beli tiket pun pernah beberapa kali pas ada pengumuman ‘pintu teater satu telah dibuka. Bagi para penonton yang telah memiliki karcis..’ ahahahahahaaaa~~ gue langsung lari 😂

    ..dan gue cukup sering iseng naik TransJakarta. Naik dari rute awal dan turun di halte terakhir. Seru aja, gitu.. itung-itung ngapalin jalan biar ngga disasarin Kang Uber/Grab/Gojek 😁

    Kadang yang dadakan emang jauh lebih menyenangkan, sih.. Jadi beneran belajar sama yang namanya ‘expect nothing, appreciate everything’.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s